Analisa Usaha Ternak Sapi Potong dan Contoh Proposalnya

No comment 2413 views

Beberapa hal penting terkait analisa usaha ternak sapi potong dan contoh proposal bisnis sapi potong antara lain : modal usaha, peralatan ternak, rab pembuatan kandang dan biaya operasional tiap bulan.

Untung rugi bisnis ternak sapi dilihat dari jenis sapi yang akan diternak, karena pakan ternak pun tergantung dari jenis sapinya. Seperti contoh sapi limosin dan sapi pedaging terdapat beberapa pengeluaran yang cukup besar di biaya pakan ternak.

Anda ingin beternak sapi potong? Kalau iya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat analisa usaha ternak sapi potong. Tujuan membuat analisa usaha ternak sapi potong adalah memudahkan fungsi manajemen dan mengetahui risiko.

Analisa Usaha Ternak Sapi Potong dan Contoh Proposal bisnis sapi pedaging

Gambar ilustrasi bisnis sapi potong

Analisa Usaha Ternak Sapi Potong

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan untuk memulai analisa? Simak ulasan berikut ini.

1. Perhitungan Modal Awal Ternak Sapi

Modal awal merupakan sejumlah dana yang dikeluarkan oleh peternak untuk memulai bisnis sapi potong. Modal awal terdiri dari tiga kategori, yaitu modal investasi, modal kerja, serta modal operasional.

Sebagai contoh, di bawah ini disajikan perhitungan modal awal untuk peternakan sapi potong di kawasan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Namun, perhitungan ini bisa berubah sesuai kondisi ekonomi daerah masing-masing.

Asumsi usahanya sebagai berikut.

1. Jenis sapi simmentaldengan bobot badan awal 250 kg.
2. Jenis peternakan skala kecil dengan jumlah 10 ekor sapi.
3. Lama pemeliharaan 4 bulan.
4. Target PBBH (Pertambahan Bobot Badan Harian) 1,5 kg/hari.
5. Pakan penguat 3% dan hijauan 10% dari bobot badan ternak.
6. Pemberian vitamin 10% dari pakan penguat dan hijauan.

  Analisa Usaha Ternak Domba Modern serta Contoh Proposal Bisnis

Jenis kandang individu : pemakaian selama 10 tahun.

A.     Modal Investasi
1.      Pembuatan kandang per ekor Rp 1.200.000 x 10 ekor Rp 12.000.000
2.      Sewa lahan 2.500 m2 5 tahun x Rp 2.000.000 Rp 10.000.000
3.      Peralatan kandang Rp 2.000.000
4.      Kendaraan operasional Rp 25.000.000
5.      Timbangan untuk ternak Rp 7.500.000
Total Modal Investasi Rp 45.700.000

B.     Modal Kerja
1.      Sapi bakalan 10 ekor x Rp17.000.000 Rp170.000.000

C.      Modal Operasional
1.      Upah tenaga kerja 1 orang x Rp 1.200.000 Rp 1.200.000
2.      Biaya pakan konsentrat Rp3.800 x 10 x 0,75 kg x 30 hari Rp 855.000
3.      Pakan hijauan Rp 500 x 10 x 25 kg x 30 hari Rp 3.750.000
4.      Vitamin Rp 530.000
5.      Jamu penggenjot bobot badan Rp 15.000 x 10 ekor Rp 150.000
6.      Biaya listrik, transportasi, air Rp 1.600.000
Total Modal Operasional Rp 8.085.000

Total Modal Awal Rp223.785.000

2. Peralatan Ternak Sapi

Peralatan ternak merupakan komponen penunjang dalam kegiatan pemeliharaan harian. Secara rinci, berikut ini jenis dan fungsi perlengkapan minimal yang dibutuhkan untuk peternakan sapi potong.

  1. Sekop; untuk mengambil kotoran dan memindahkannya ke gerobak.
  2. Selang air; sebagai alat bantu menyiram lantai kandang dan memandikan ternak.
  3. Sikat; untuk menggosok badan ternak saat dimandikan.
  4. Sapu; untuk membersihkan halaman sekitar kandang.
  5. Sabit; pemotong pakan hijauan.
  6. Cangkul; untuk membersihkan selokan atau membuat lubang pembuangan kotoran.
  7. Gerobak; pengangkut kotoran dari kandang ke lubang pembuangan.
  8. Timbangan; untuk mengetahui bobot badan ternak.
  Analisa Usaha Ternak Entok Pedaging dan Contoh Proposal Bisnis Itik

contoh proposal usaha sapi potong

3. Pembuatan Kandang

Menurut analisa bisnis sapi potong, dilihat berdasarkan kontruksinya kandang sapi potong dibagi menjadi dua kategori, yaitu kandang individu dan kelompok. Bedanya, kandang individu memiliki sekat dan sapinya diikat. Sementara itu, ternak di kandang kelompok tidak diikat ataupun disekat.

Ukuran kandang individu untuk satu ekor sapi meliputi, panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. Tinggi sekat pemisahnya sekitar 1 meter atau minimal sama dengan tinggi badan sapi. Silahkan mengunduh rab pembuatan kandang dan contoh proposal bisnis sapi potong dibawah ini.

Wadah pakan (palung) diletakkan di sepanjang barisan ternak. Tiap palung tersebut dibagi menjadi dua; satu untuk pakan dan lainnya sebagai tempat minum. Tidak ketinggalan, saluran pembuangan urine dibuat di belakang ternak. Lebarnya30-40 cm dan kedalaman 5-10 cm dengan kontruksi miring.

4. Pakan Ternak

Tujuan utama usaha sapi potong adalah menggemukkan ternak hingga mencapai target bobot badan yang diinginkan. Karena itu, pakannya harus mengandung protein tinggi, lemak, dan karbohidrat. Namun, serat kasar dalam pakan tidak boleh melebihi 18% agar mudah dicerna.

Berikut ini jenis pakan yang bisa diberikan untuk ternak.

  1. Pakan hijauan; contohnya, rumput gajah, daun indigofera, dan jerami padi.
  2. Pakan konsentrat; meliputi campuran beberapa bahan dengan komposisi tertentu yang memenuhi nilai gizi untuk sapi potong.
  3. Pakan fermentasi; terdiri dari silase dan jerami fermentasi.
  Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 1000 ekor dan Contoh Proposalnya

5. Menentukan Harga Jual

Cara menentukan harga jual sapi potong bisa berdasarkan bobot hidup dan jenis sapi. Umumnya, harga jual sapi potong untuk kurban sekitar Rp50.000-85.000 per kg di pasaran. Donlot contoh proposal usaha sapi potong dibawah ini.

Sebagai contoh, Anda memiliki sapi jenis simmental dengan bobot akhir 400 kg. Untuk simmental berbobot 300-400 kg, harga per kilogram mencapai Rp70.000. Jadi, harga jualnya sekitar Rp28.000.000 per ekor.

6. Perhitungan Omset dan Keuntungan

Berikut perhitungan omset dan keuntungan sesuai analisa di subtopik perhitungan modal awal.

  • Harga jual rata-rata Rp28.000.000 per ekor.
  • Dengan demikian omset penjualannya 10 x Rp28.000.000, hasilnya sama dengan Rp280.000.000
  • Keuntungan per periode dihitung dari total omset dikurangi biaya pembelian 10 ekor sapi bakalan dan modal operasional 4 bulan (Rp32.340.000). Ini rinciannya.

Laba  : Rp280.000.000-Rp202.340.000 = Rp77.660.000

7. Risiko Usaha

Risiko merupakan segala peristiwa, informasi, kerugian, atau pekerjaan sebagai dampak dari pengambilan keputusan. Menurut para ahli, ada lima jenis risiko, yaitu risiko perusahaan, keuangan, permodalan, pemasaran, dan operasional.

Nah, beberapa risiko yang mungkin terjadi di dunia peternakan, antara lain kematian ternak, penyakit, pencurian, serta persaingan harga. Untuk mengurangi risiko tersebut, solusinya dengan membuat metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threatness).

Itulah analisa usaha ternak sapi potong dan contoh usaha proposal sapi potong yang bisa Anda gunakan sebagai pedoman. Jika ingin ternak lainnya silahkan coba usaha ternak entok pedaging karena lebih kecil modalnya Semoga bermanfaat.

author
Author: 

    Leave a reply "Analisa Usaha Ternak Sapi Potong dan Contoh Proposalnya"